Manchester – Kemenangan Manchester United atas Barcelona memastikan final Liga Champions akan diisi oleh dua tim senegara. Pelatih Barca Frank Rijkaard pun melayangkan pujian kendati seperti sedikit menyindir gaya permainan lawannya itu.
MU memastikan diri maju ke partai puncak setelah meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Barca pada returning leg semifinal di Old Trafford, Rabu (30/4/2008) dinihari WIB. “Setan Merah” akan menanti pemenang laga antara Chelsea dan Liverpool untuk dihadapi di final.
Pertemuan sesama klub Inggris di final pentas terakbar klub se-Eropa itu adalah yang kali pertama. Sebelumnya, Spanyol dan Italia sudah pernah membukukan raihan serupa.
Buat Inggris, capaian di Liga Champions musim ini juga bak sebuah kulminasi setelah mereka sukses menempatkan tiga wakil di babak empat besar musim lalu. Sayangnya, saat itu yang juara justru adalah wakil Seri A Italia, AC Milan.
“Saya pikir level tim-tim Inggris sangatlah tinggi,” aku Rijkaard seperti dilansir Yahoosport.
Rijkaard sendiri sudah berupaya keras mematahkan dominasi tim-tim Inggris tersebut, sekaligus mengulangi apa yang sudah dilakukan Milan musim lalu.
Bermain imbang 0-0 di Nou Camp dalam pertemuan pertama, walau sudah habis-habisan menekan, Barca melawat ke markas MU juga dengan gaya serupa. Selama 90 menit, mereka mendominasi penguasaan bola –Soccernet menyebut Barca memiliki 62 persen penguasaan bola.
Akan tetapi rapatnya pertahanan tuan rumah tak kuasa ditembus anak-anak Catalan. Upaya penetrasi Lionel Messi pun lebih sering kandas. Keadaan makin sulit buat Barca karena belum genap 15 menit pertandingan berlangsung, Paul Scholes sudah membuat “Red Devils” unggul.
“Aneh melihat tim Inggris bertahan, bertahan dan bertahan dengan nyawa mereka dan mencoba menang dengan serangan balik,” lugas pelatih asal Belanda itu.
Bisa jadi MU sudah tampil seperti yang disebutkan Rijkaard, setidaknya ketika menghadapi Barca di semifinal kali ini. Namun, jangan lupa strategi tersebut terbukti efektif. Kemenangan pun nyaris diraih pada pertemuan pertama semifinal jika saja Cristano Ronaldo mampu menyelesaikan peluang tendangan penalti dengan baik.
Sebagai catatan, laga MU kontra Barca di pentas Eropa selalu ketat. Pada perempatfinal Piala Winners Maret 1994, kubu Manchester menang 3-2 secara agregat atas lawannya. Di ajang yang yang sama pada tahun 1991, kali ini di final, Barca kembali kalah tipis, 1-2.
Satu-satunya pertarungan dengan skor besar antara kedua tim terjadi pada fase grup Liga Champions November 1994, ketika Barca menang 4-0 atas MU. Di fase grup empat tahun kemudian, skor 3-3 jadi hasil akhir di Old Trafford dan Nou Camp.
adv_username = “mahadewa”;
adv_gid = “mahadewa_default”;
adtype = “468×60″;
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
